Django Tips: Diawali dengan sebuah cerita pendek

desperate-homesellers

Dalam postingan kali ini saya akan bercerita tentang bagaimana saya mulai belajar dan memasuki dunia Django sebagai tools web development utama saya saat ini.

Mudah-mudahan bisa menjadi acuan atau paling tidak sebagai referensi bagi anda yang akan atau sedang belajar Django.

Pada suatu ketika…

Terus terang saja, saya senag sekali mencoba-coba framework, namun sebelumnya semua framework yang saya coba adalah berbasis PHP. Karena saya masuk ke dunia pengembangan website melalui PHP. dan terakhir, Framework PHP yang paling saya sukai adalah Codeigniter, karena framework yang satu ini paling bisa masuk di otak saya. 🙂

desperate-homesellersNamun dengan seiring berjalannya waktu, saya tidak puas hanya sampai disitu saja, saat ini di seluruh dunia sedang panas-panasnya Rails (Ruby on Rails), sebuah web framework berbasis bahasa Ruby. Saya pun tidak mau ketinggalan, saya harus mencobanya, namun otak ini seperti menolaknya, berkali kali coba ruby tetapi seakan-akan tidak bisa masuk ke dalamnya.

Sasaran saya saat itu adalah, saya harus menguasai salah satu framework yang bukan berbasis PHP, harus sesuatu yang beda dan belum pernah saya pikirkan sebeumnya, dan setelah beberapa lama googling, ketemulah dengan seorang DJ, namanya DJ-Ango. alias Django. 🙂

Sayangnya, di awal-awal mau mencoba django, lagi-lagi penyakit penolakan oleh otak ini kambuh lagi, aduh.. kenapa ribet sekali, pake buka console segala, ketik command dan bla bla bla.. sangat tidak masuk akal saat itu. Sempat saya hampir putus asa, ah ngapain pusing-pusing lebih baik pakai yang saya bisa aja.. balik lagi ke PHP.

Namun penyakit gengsi dan angkuh ini di sisi lain kambuh juga, masak belajar gitu aja ga mampu, ayo dong coba… Saya benar-benar bingung saat itu hanya gara-gara memilih framework.

Akhirnya sebuah rahasia…

Ditengah kebingungan itu, sayapun berfikir, kenapa saya seperti ini, terdapat sesuatu yang baru dan sepertinya sangat menarik tetapi kenapa saya sulit sekali mengerti akan hal itu?.

Akhirnya saya ingat-ingat kembali masa-masa dulu saya baru kenal html, saat itu saya pikir tau html tidaklah cukup, saya perlu sesuatu yang membuatnya dinamis, dan mulailah saya belajar PHP, dan akhir nya bisa. Kenapa bisa? dulu bisa, kenapa sekarang tidak bisa?

Relax dan lupakan sejenak apa yang kau tau…

relax_21Akhirnya itulah rahasianya, dan itulah sebabnya, semua penolakan yang saya rasakan kemarin-kemarin itu adalah karena saya masih terpaku dengan system yang saya kuasai saat itu, yaitu bekerja dengan PHP/ WordPress -> beli hosting, ->upload file PHP -> setup database -> install dan ahaa….. So easy…

Berbeda dengan Django yang memakai cara berbeda untuk memulai mendevelopnya. Ada Command line nya, yang menggenerate file-file yang diperlukan.

Itulah yang harus saya kesampingkan sejenak, saya harus fokus dengan apa yang ada di depan saya, yaitu Django. Saya duduk santai, relax, apapun yang akan saya lihat/baca/saksikan akan saya terima tanpa mengeluh..

Saya ikuti step-by-step, setiap langkah saya baca penjelasannya, saya tidak mengerti/ saya bingung, saya tetap lanjut saja.. sampai akhirnya sampai di sebuah titik dan Voilaaa… Woww.. ternyata gitu toh.. semuanya mulai masuk akal, mulai bisa di cerna otak dan sedikit-demi sedikit tabir itu terbuka dan memperlihatkan hal yang luar biasa kepada saya, Django Web Framework.

Saat itu, hanya dalam seminggu saya mempelajari django saya sudah mencoba membuat aplikasi mini blogging sederhana, operasi CRUD sederhana dengan django, mencoba django admin.. dan semua hal baru lainnya.

Dan sampai sekarangpun, saya tidak henti-hentinya memperdalam Django untuk mendukung kerjaan saya sehari-hari. Dan ketika seseorang bangga akan dirinya menguasai Rails, saya pun punya kebanggan tersendiri menguasai Django.

Jadi inti cerpen sampean ini apa sih mas?

Ada beberapa poin yang ingin saya pertegas bagi yang ingin mencoba django atau Framework apapun yang baru bagi anda semua:

  1. Setiap framework berbeda, tidak ada yang sama, jangan pernah mengharapkan sesuatu itu akan bekerja sesuai apa yang anda ketahui dan kehendaki.
  2. Bekerja dengan framework artinya anda harus bisa bekerja sesuai aturan framework itu, kalau ingin mengambil manfaat maksimal dari framework tersebut, ikutilah aturannya, jalankan apa yang dia katakan, maka anda tidak akan salah jalan.
  3. mencoba sesuatu yang baru itu memang asik, tetapi jangan lupa, sesuatu yang baru bisa jadi benar-benar sangat baru. Siapkan mental dan pikiran anda untuk sesuatu yang benar-benar baru, frustasi di awal biasa, tetapi sekali anda mengijinkan dia masuk, maka dia akan jadi teman anda.
  4. Jangan pernah menyerah, gagal sekali, coba sepuluh kali sampai berhasil.
  5. Tidak ada sesuatu yang instan, semua butuh proses, semakin tekun anda mengikuti proses, maka tujuan anda pasti akan tercapai.

So, Relax and start coding..

5 thoughts on “Django Tips: Diawali dengan sebuah cerita pendek

  1. saya sempet menyerah … dan ngalamin “loh kok begini, loh kok begitu, kenapa harus make ini, ini jalannya kemana, loh kok tiba2 muncul ini itu, aduuh kok bingung,,, gimana ini” …sempat satu malam saya hampir benar2 ga tau harus berbuat apa lagi sama si django. ternyata rasa ini ga saya sendiri yang ngerasain ….

    setelah baca artikel ini saya tertarik dengan kata-kata “tetapi sekali anda mengijinkan dia masuk, maka dia akan jadi teman anda.” membuat saya harus benar-benar mengikuti kata-kata “Saya ikuti step-by-step, setiap langkah saya baca penjelasannya, saya tidak mengerti/ saya bingung, saya tetap lanjut saja..”

    artikel nya membuat motivasi kembali bangkit mas eka. salam kenal ya, 😀

  2. Saya sangat tertarik dengan Django dan sudah melihat semua video yang anda posting di website Belajar Django milik anda tetapi tetap saja masih gelap..
    Jika boleh saya tau, buku apa yang biasanya anda gunakan atau sumber apa saja yang anda gunakan untuk lebih memahami Django?

    Saya memiliki pemahaman yang cukup di HTML, sedikit di CSS, dan kurang di Python. Apakah itu bisa mendukung saya untuk membuat website seperti Instagram atau Pinterest?

    Terima kasih

    1. dulu sebelum saya coba django juga sama mas, tidak ada skill python sama sekali, hanya css, html dan WordPress/PHP, saya pernah coba framework CodeIgniter/php juga sebelumnya.

      Salah satu ebook yang membuat saya mulai mengerti django adalah http://www.djangobook.com/ ini mas, tapi sekarang sudah outdated kayaknya.

      Jadi saat belajar django itu sebenanya saya belajar Python sekalian, karena python relatif mudah dipelajari, yg perlu kesabaran itu adalah mempelajari cara kerja django, karena ujian sebenarnya itu bukan bisa python atau tidak, tapi cukup sabar dan tekun tidak mempelajari Django? Masalah gelap itu juga saya pernah rasain mas, gelap itulah yang menginspirasi saya buat artikel ini, dan bagaimana cara saya keluar dari rasa gelap itu.

      Kalau gelap sudah jadi terang, bikin situs apapun pasti bisa mas 🙂

  3. wah bener bener gelap sama bahasa pemrograman alih alih saya belajar php dan html ya wis hajar langsung saja pake django..smoga dapat pencerahan dan semangat saya untuk belajar tetap tumbuh. trimkash mas ilmunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *