Django Web Framework – Part 4 | Django Admin

django-admin

Semua pasti sudah tau, dalam pengembangan sebuah aplikasi berbasis web, pembuatan bagian admin adalah bagian yang paling membosankan dan sangat berulang-ulang untuk setiap project.

Dengan Django, kebosanan itu bisa sedikit dihilangkan karena Django menyediakan halaman Admin untuk memanage website kita tanpa kita harus membuatnya dari awal.

Django membuatkan halaman admin secara otomatis, dengan membaca metadata dari Model yang kita sudah buat, dengan login ke admin semua fungsi Add, Edit, Delete sudah disediakan dengan otomatis. Ini akan sangat menghemat tenaga karena kita bisa fokus untuk pengembangan code untuk presentasi ke pengunjung website daripada harus menghabiskan banyak waktu membuat halaman admin dari awal.

Namun meskipun Django sudah menyediakan administrator page, tetapi ini bukan untuk setiap keperluan. Ada kalanya kita memang memerlukan membuat admin page sendiri untuk kebutuhan khusus.

Admin page ini ditujukan untuk mempercepat proses development sebuah aplikasi dengan Django. Django Admin ini juga sangat flexible, django menyediakan banyak API untuk memodifikasi tampilan admin dan fungsi-fungsi admin ini sendiri supaya disesuaikan dengan keperluan kita.

Seri ini adalah salah satu seri dalam artikel saya Rapid Web Development dengan Django Web Framework:

5 Replies to “Django Web Framework – Part 4 | Django Admin”

      1. Kalau menurut saya ya, jadi ini akan sedikit subjektif:

        Kelebihan:
        – Development cepat, apalagi kalau mau buat aplikasi web yang terkoneksi ke database, di jamin lebih cepat prosesnya. Schema database juga dibuat dari kode python, bisa dibilang akan jarang menyentuh kode SQL secara langsung.
        – ORM (untuk operasi DB) nya Django keren 🙂
        – Sistem template nya juga ga kalah powerful, mudah di pakai.
        – Karena MVT berarti logic program terpisah dari template, jadi ga ada lagi kode dan html yang campur aduk.
        – Komunitasnya juga bagus, dokumentasi bagus.
        – masih banyak lagi.

        Sebenarnya buat saya Django nya sendiri ga ada kurangnya, cuman ada beberapa hal lain yang masih perlu sedikit usaha untuk mempergunakannya misalnya:

        – Hosting, karena Django berbasis Python jadi rata-rata shared hosting biasa belum support, ada yang support tapi tidak banyak. Perlu hosting khusus (VPS atau CloudHosting yang sekarang lagi marak.)
        – Di Indonesia sendiri masih sedikit yang pakai Django, tidak sebanyak PHP, tapi kalau perusahaan dan StartUp sudah mulai pakai.
        – Karena Django Full stack, jadi mungkin buat yang baru belajar Python akan perlu sedikit lebih lama untuk menguasainya dibanding Flask misalnya framework Python yang lebih simple.

        Dll… 🙂

        Jadi pendapat diatas itu murni subjecktif dari pandangan saya saja dan pengalaman selama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *