Setelah sekian lama menggunakan WordPress untuk hampir setiap proyek website yang saya kerjakan, memang sangat diakui WP ini sangat flexible dan menyenangkan sekali untuk diajak bekerja.

Namun, flexible bukan berarti selalu cocok untuk semua jenis website dan aplikasi berbasis web. Dengan pertimbangan tersebut, saya juga menggunakan sebuah web framework untuk menyelesaikan pekerjaan yang mungkin dengan wordpress akan sedikit kesulitan dikarenakan struktur dasarnya yang tidak mendukung.

Untuk itu, saya juga memakai Django Web Framework. Django adalah web framework yang berbasiskan bahasa pemrograman Python. Django merupakan full stack web framework yang memungkinkan kita membuat aplikasi web dengan cepat dan menyenangkan (dari pandangan saya)  dengan menyediakan berbagai library code yang siap untuk digunakan.

Memang banyak sekali web framework yang tersedia yang bisa kita pilih untuk digunakan, misal Codeigniter, CakePhp, Zend, Kohana dan yang lainnya yang berbasis PHP. Ruby on Rails, Sintra, Merb yang merupakan berbasis bahasa Ruby. Django, Plone, WebPy, TurboGears dimana berbasis Python.

Terus kenapa Django? sebenarnya kalau masalah pemilihan framework ini kembali ke pribadi masing-masing, kalau saya memang lebih familiar dengan Python daripada Ruby misalnya, dan syntak nya yang bersih dan intuitif. Kalau dibandingkan dengan PHP, terus terang memang saya lebih suka dengan gaya coding di Python. Jadi itu merupakan salah satu alasan kenapa saya menggunakan Django sebagai salah satu Web Framework yang saya gunakan.

Berikut beberapa fitur yang bisa kita dapatkan apabila mengembangkan website/aplikasi berbasis web  dengan Django saya bahas dalam beberapa seri pendek, daftar dibawah ini memang belum mampu menjelaskan kelebihan-kelebihan yang dimiliki Django, tetapi paling tidak mewakili diantaranya: