Interview: Nando dari Miracle Gates Studio

10687278_873001739377653_5523548838473270425_o

Semakin menggeliatnya ranah startup teknologi di Bali apalagi yang diisi anak-anak muda kreatif menarik perhatian saya untuk tahu lebih jauh tentang mereka. Untuk itu saya mencoba menghadirkan menu baru di blog sederhana ini, yaitu Interview.

Untuk seri pertama saya dapat kesempatan menginterview teman-teman dari Miracle Gates Studio, sebuah indie game studio yang di gawangi 4 sahabat yaitu Nando (programmer), Ferry (artist)Ilham (game designer) dan Ghany (sound designer) yang sudah memulai petualangan mereka membuat game sejak duduk di bangku SMK.

Dan karena prestasinya bahkan mereka mendapatkan beasiswa penuh dan kesempatan untuk masuk Inkubator Bisnis Stmik Primakara, sekaligus juga menjadi basecamp Miracle Gates Studio saat ini sambil menjalani kuliah mereka yang saat ini lagi di Semester 2.

Awal berdirinya…

Ketika saya tanya bagaimana awalnya studio ini berdiri, Nando pun menjawabnya dengan semangat:

“Miracle Gates Studio adalah studio yang berdiri atas keidealisan 2 anak SMK yang saat itu gemar mengerjakan design visual untuk interior dan eksterior..

Berawal dari internship di sebuah perusahaan di Bali membuat saya mengajak teman saya untuk membuat sebuah studio Game..

Game pertama kami adalah Adventure of Jalak.. terinspirasi dari Flappy Birds kami membuat Adventure of Jalak saat SMK..”

Sebagai informasi saja, sampai saat ini mereka sudah menyelesaikan 3 judul game yaitu “Adventure of Jalak, “Orb Catcherdan “Gamer – Game Merdeka. Dan saya pun dapat bocoran mereka sedang menggarap proyek baru yang di baru judul “Greeve the Adventure Begins“.

Lebih lanjut tentang ketertarikan mereka terhadap game, Nando pun menambahkan:

“Ngebuat game itu punya sesuatu ketertarikan yang membuat saya ingin untuk terjun lebih dalam.. karena menurut saya game itu layaknya sebuah mahakarya yang sangat mahal..

Banyak komponen yang ada dalam suatu game.. gambar, koding, sound, experience, dan lainnya.. yang setiap konten yang ada didalamnya itu sendiri memiliki bagian-bagian lagi… bisa dibilang paling kompleks menurut saya..”

Dan saya akui memang, bahkan saya yang setiap hari coding untuk aplikasi berbasis web saja untuk mencoba game development adalah suatu hal yang baru. Seperti belajar dari nol lagi.

Susah dan senangnya…
1978804_765437213467440_1598585620_n

https://www.facebook.com/pages/Miracle-Gates-Studio/757290850948743

Dan seperti hidup ini yang penuh suka dan duka :), menurut Nando sebuah proses pembuatan game juga penuh dengan penuh dengan susah dan senang:

“ehm.. ini yg paling menarik sih bli.. suka dukanya itu adalah waktu kita lagi mengerjakan setiap asset yang ada dalam sebuah game, dimana setiap orang memiliki isi kepala yang berbeda..

Prosesnya juga cukup melelahkan, terkadang harus diulang karena tidak sesuai dengan setiap konsep yang sudah direncanakan sebelumnya.. namun saat sebuah game itu sudah bisa dinikmati atau dimainkan.. saat itulah terbayar semua..”

Teknologi yang dipakai…

Untuk teknologinya sendiri menurut Nando saat ini mereka masih fokus dengan Unity 3D, dimana katanya lebih user friendly terhadap visual artist mengingat hampir semua anggota team Miracle Gates ini basisnya visual artist.

Kebangaan menjadi pengembang game…

Dan ketika ditanya apa kebanggaan menjadi seorang pengembang game, Nando pun menambahkan:

“Bisa membuat seseorang senang dengan memainkan apa yang kami buat.. apalagi menjadi sebuah pengalaman hidup dimana jika suatu saat nanti saya sudah punya anak, kemudian anak saya berkata kepada temannya saat bermain game.. “eh ini game papaku yang buat” .. dan pastinya bisa punya penghasilan dari hoby..”

Menarik sekali “hoby sebagai pekerjaan”, sepertinya pekerjaan paling menyenangkan di dunia adalah mendapat penghasilan dari hoby :).

Tips buat yang ingin menjadi pengembang game…

“Mulailah dari sesuatu yang kecil menurut saya adalah kunci utama untuk ingin terjun ke dunia pengembangan game..
diawali dari mengikuti sebuah tutorial, kemudian belajar dari lebih banyak tutorial lain untuk menyempurnakan apa yang kita buat..
hingga bisa membuat karya kita sendiri..” – Nando

Saya sangat setuju sekali, ini tidak hanya berlaku di dalam pembuatan game, juga berlaku di bidang lainnya. Selalu mulai dari hal yang kecil terlebih dahulu, seiring dengan pengalaman yang semakin bertambah, karyapun akan semakin berkualitas.

Dan ditambahkan lagi:

“Sama betapa pentingnya menurut saya untuk aktif dalam sebuah komunitas, karena industri game di Indonesia pada umumnya adalah sebuah studio independent.. jadi peran komunitas sangatlah penting.. komunitas adalah wadah dimana kita bisa sharing dan belajar banyak hal.”

Sekarang terbukti kan kalau slogan “SMK Bisa!!” yang kita sering dengar di TV itu bukan isapan jempol belaka, telah dibuktikan oleh mereka dengan ketekunan dan kerja keras siapapun pasti bisa.

Jadi inti dari perbincangan saya diatas dengan Nando adalah, tidak peduli berapa umur anda, apa pendidikan anda, apa hoby anda, yang terpenting adalah ketekunan dan kerja keras untuk mengejar apapun impian anda.

Dan bagi anda yang tertarik mencoba game buatan mereka bisa dicoba di unduh melalui link di bawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *