Menyuapi atau mengajari mencari makan?

thinking_at_computer

Dalam kehidupan ini kita tidak akan lepas dari yang namanya kesusahan. Tapi banyak diantara kita yang tidak memaknai arti kesusahan tersebut, hanya terbenam dan menyesali tetapi tidak beraksi dan mencari solusi.

Menyuapi orang makanan atau Mengajari/memberitahuย  orang cara dan tempat cari makan? buat saya memberi orang makan secara langsung itu baik, itu perbuatan terpuji tetapi perlu dipikirkan juga sampai kapan kita akan bisa terus memberi orang makanan sedangkan kita sendiri juga belum tentu makan tiap hari.

Disinilah saya lebih setuju dengan mengajari/memberi tahu tempat yang baik untuk mencari makanan, dan berusahalah hingga kamu mendapatkan sesuap nasi dengan usaha dan keringat mu sendiri. Maka kamu akan hidup terus dan makan tanpa harus dikasi orang lain dan mengandalkan orang lain.

Di semua bidang kehidupan ini, termasuk di bidang saya web development, hal tersebut juga ada dan akan selalu ada.

Saya adalah pekerja di seputaran web yang tumbuh sendiri dan berdiri sendiri tanpa ada background pendidikan formal khusus web development sebelumnya. Keluarga hidup secara pas-pas an dan hanya bisa mendukung secara moral, untungnya keadaan tersebut tidak menurunkan mental saya untuk mewujudkan apa yang saya inginkan.

Semua ilmu yang saya dapatkan sekarang ini bisa saya banggakan karena saya cari sendiri dan temukan sendiri tempatnya, dan ternyata tidak jauh. Hanya 1 Km saja dari rumah saya ๐Ÿ˜€

Ya cuma kurang lebih 1km saja kok? tempat apaan tuh, hebat sekali? he..he.. jawabannya Warnet, lebih sepesifik lagi : sebuah warnet yang pegawainya cukup cantik, dan ketika pertama browsing maka tempat tujuan utama saya adalah Google.com.

Ya internet dan Google, tak bisa disangkal lagi internet merupakan perpustakaan paling lengkap didunia. Dan waktu itu Google hanya 1 Km dari rumah saya, asik kan. Emang bener, dulu awal-awal saya belajar website hanya berbekal 5 ribu rupiah tiap minggu untuk kuliah di google melalui warnet ๐Ÿ˜€

Orang sering bertanya, kenapa kamu hebat sekali? pintar sekali? bisa bikin website, padahal ga pernah sekolah buat website. Saya hanya bisa tersenyum dalam hati karena kalau mereka mau, mereka pun bisa pintar dan hebat asal tau tempatnya dan mau mempelajarinya.

Saya pernah berhadapan dengan seorang teman, sama-sama suka web development, dan dia menanyakan, gimana sih caranya buat theme WordPress? sebagai sesama penyuka dunia web development pertanyaan itu agak sedikit keterlaluan buat saya.. kenapa? kamu browsing setiap hari, FB an, Twitter-an, dan tidak bisa mencari info tentang membuat theme WordPress? Hmm.. Teeerlaaaaluuuu…(kata Bang Roma)

Mungkin terdengar agak sombong dan congkak, tetapi tidak bisa saya pungkiri seperti itulah cara saya belajar. Saya belajar dengan mencarinya sendiri, menggalinya sendiri, mengais ngais informasi sendiri, tanpa teman, tanpa banyak tanya dan sampai akhirnya bisa. Dengan begitu semua ilmu yang diadapat akan lebih tahan lama dan meresap sampai ke ujung rambut kamu :D, daripada selalu bergantung kepada orang lain dan minta disuapin untuk meminta jawaban yang sebenarnya sudah ada di depan kamu sendiri.

Jadi singkat kata, apapun hobby kamu, ketertarikan kamu, dan saat suatu saat bertemu dengan kesulitan, janganlah bingung untuk kemana bertanya dan pada siapa. Bukalah internet, dan cari apa yang kamu inginkan, cari dan cari terus sampai kamu dapat. Semua jawaban kamu kemungkinan besar akan ada disana, menunggu kamu untuk menemukannya.

So, Happy Browsing..

 

4 thoughts on “Menyuapi atau mengajari mencari makan?

  1. Wah, memang bener smua yg bli bilang, ada kemauan ada jalan, pengalaman yg berbicara – menghasilkan karya tulisan yg sangat inspiratif dan ngbuat sy jd tambah semangat buat belajar web (theme wordpress ๐Ÿ˜€ dulu), mungkin bulan depan, doakan sy berhasil buat theme wordpress from scratch pertama sy, dan nanti ta setor ke Bli Eka buat di nilai ๐Ÿ˜€

    Terima kasih banget bli! m/

    1. @Eka W: Sama-sama ka.. seneng bisa menginspirasi. Silahkan pakai blog ini untuk tempat bertanya, saya akan dengan senang hati menjawabnya. Ok, saya tunggu theme wordpress pertama nya, kalau sampai bulan depan ga lapor berarti ga lulus :D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *