Pengenalan Vagrant – (5) Suspend, Halt dan Destroy

Ini adalah seri ke 5 dari tutorial pengenalan Vagrant, berikut seri-seri lainnya:

  1. Pengenalan Vagrant – (1) apa dan untuk apa?
  2. Pengenalan Vagrant – (2) Instalasi
  3. Pengenalan Vagrant – (3) Tentang Boxes
  4. Pengenalan Vagrant – (4) Project, UP dan SSH
  5. Pengenalan Vagrant – (5) Suspend, Halt dan Destroy
  6. Pengenalan Vagrant – (6) Provisioning dan Networking

Nah setelah di artikel sebelumnya kita berhasil menjalankan Box ubuntu, mengetahui bagaimana cara login dan mengakses file lokal di direktori `/vagrant`.

Misalkan kita sudah setup box nya sesuai keperluan, sudah dipasangi webserver, software sudah diupdate, konfigurasi sudah ok. Tentunya kita ingin nantinya atau besoknya ketika menjalankan `vagrant up` lagi, semua konfigurasi dan software yang kita install masih utuh dan tidak hilang.

Di Vagrant ada 3 mode kita menghentikan/shut down Box yang lagi berjalan yaitu:

  • vagrant suspend, ini sama seperti kita mensuspend komputer dimana semua yang kita lakukkan saat itu akan disimpan apa adanya, software yang sedang berjalan akan disimpan state nya, konfigurasi tidak akan hilang dan prosesnya cepat. Namun dengan mensuspend box maka akan memakan sedikit lebih banyak disk space.
  • vagrant halt, ini akan men-shut down box anda namun smua file, software dan konfigurasi yang sudah ada akan masih di tempatnya. Jadi ketika lain kali menjalankan vagrant up lagi, semua masih seperti sediakala. Ini sama seperti anda mematikan/shut-down komputer.
  • vagrant destroy, ini akan menghapus box anda,  jadi semua yang sudah terinstall dan terkonfigurasi otomatis akan hilang. Ketika anda menjalankan `vagrant up` kembali maka semua proses akan diulang dari awal. Ini yang paling hemat disk space karena box telah dihapus.

Yang mana yang harus dipakai?

Ini pastinya sesuai keperluan, misalnya setelah membuat tutorial ini saya akan menjalankan `vagrant destroy` karena sudah tidak diperlukan lagi.

Apabila anda mengerjakan sebuah project dengan Vagrant dan sudah melakukkan berbagai konfigurasi di dala Box, saya menyarankan anda menggunakan `vagrant suspend` atau `vagrant halt`.

$ vagrant halt
==> default: Attempting graceful shutdown of VM...

Catatan: perintah-perintah diatas bukan dijalankan dari dalam box, anda harus keluar terlebih dahulu dengan perintah `exit` dari ssh, setelah itu baru menjalankan perintah diatas.

Selanjutnya kita akan mencoba menggunakan fitur Provision, dimana dengan provision otomatis, kita bisa membuat sebuah shell script menginstruksikan hal-hal apa saja yang perlu dilakukkan saat pertama kali menjalankan `vagrant up`.

Ini sangat praktis ketika kita perlu menyusun program-program apa saja yang perlu diinstall saat box dibuat, membuat direktori di tempat tertentu, membuat file konfigurasi atau bahkan otomatis menjalankan program tertentu ketika box sudah aktif tanpa perlu kita melakukkannya secara manual setiap kali membuat box.

5 Replies to “Pengenalan Vagrant – (5) Suspend, Halt dan Destroy”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *