Salahkah “Reinventing The Wheel”?

reinvent-wheel“Reinventing The Wheel”, anda pasti pernah atau sering mendengar tentang kalimat ini kan? iya “reinventing the wheel” adalah sebuah kata kiasan yang artinya “Menemukan/membuat sesuatu kembali dari awal padahal sudah ada yang jadi dan siap pakai”. 😀

Saya sering membaca tutorial-tutorial pemrograman yang isinya supaya kita jangan “Reinventing The Wheel” kembali, gunakan komponen-komponen yang sudah ada untuk membuat sesuatu aplikasi yang baru. Betul sekali, dari satu sisi misalnya kecepatan dan produktifitas, memanfaatkan apa yang sudah ada dan menjadikannya produk baru pasti akan lebih cepat dan efisien, menghemat tenaga dan waktu dari pada harus membangunnya dari nol.

Tapi apakah “Reinventing the wheel” salah atau jelek? Hmmm… menurut saya sama sekali tidak jelek, saya sering reinventing the wheel, bahkan senang reinventing the wheel he he.. Kenapa? Untuk belajar. Jadi menurut saya, RTW (saya singkat saja ya, biar gampang nulisnya) itu ga ada salahnya dan ga ada ruginya, asalkan disesuaikan dengan waktu dan tujuannya.

Contoh, misalkan saya lagi ada proyek website yang mengharuskan di halaman depannya harus terdapat image slider (gambar yang muncul silih berganti, dengan efek transisi tertentu), karena proyek ini besok harus jadi dan segera harus online maka saya ada dua pilihan yang bisa ditempuh:

  1. Membuat slider sendiri, saya tau bagaimana menggunakan Javascript/Jquery. Saya bisa membuat image slider dengan efeknya mungkin selama beberapa jam. (maklum ga jago-jago amat).
  2. Menggunakan Plugin jQuery slider yang sudah ada. Terdapat puluhan plugin image slider yang bisa saya gunakan, dengan efek yang cantik dan bisa diintegrasikan dengan website hanya dalam beberapa menit.

Nah, dengan pertimbangan tersebut, akhirnya saya memilih untuk memakai plugin yang sudah ada saja karena akan lebih menghemat waktu mengingat besok harus online dan masih banyak yang harus dikerjakan.

Jadi dalam kasus diatas, sangat tidak cocok atau tidak dianjurkan menggunakan cara RTW, tidak sesuai dengan waktu dan tujuannya.

Terus RTW yang bagus itu gimana? RTW yang bagus adalah, RTW yang kita gunakan sebagai ajang belajar, berlatih, mencari tahu bagaimana caranya sesuatu itu bekerja. Ini sangat bagus dilakukkan pada saat ada waktu luang, dan kita punya cukup waktu untuk berlatih dan mencoba sesuatu hingga kita paham bagaimana caranya bekerja.

Prinsip ini yang saya selalu pegang sampai sekarang, dengan membangun sesuatu dari awal, kita memiliki kontrol penuh dan memiliki pengertian yang lebih dalam akan sesuatu daripada selalu menggunakan yang sudah ada. Kita menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bisa mencari solusi sendiri karena kita sudah dibekali pengetahuan-pengetahuan dasar yang diperlukan.

Jadi jangan takut Reinventing The Wheel asalkan sesuai dengan waktu dan tujuannya. Kapan waktunya? ketika kita sedang punya cukup waktu untuk memahami sesuatu, waktu kita ingin belajar, waktu kita ingin mencoba. Apa tujuannya? yang pasti Reinventing The Wheel bagus untuk tujuan belajar.

2 Replies to “Salahkah “Reinventing The Wheel”?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *